Pengertian TASWIF
Taswif
Diantara penyakit yang banyak diidap oleh manusia adalah sering menunda-nunda berbuat sesuatu, terlebih berbuat kebaikan. Penyakit ini bahkan sangat sering diingatkan oleh para ulama agar setiap orang menjauhinya, sebab jika penyakit ini sudah mengidap di dalam diri seseorang maka akan sangat berbahaya untuk dirinya. Di banyak buku-buku para ulama tentang panduan menuntut ilmu, kita akan dapati diantara pembahasannya adalah tentang peringatan keras agar seseorang yang ingin menuntut ilmu menjauhi penyakit taswif atau menunda-nunda. Bahkan penyakit taswif ini adalah salah satu cara syaithan untuk melalaikan manusia dari berbuat kebaikan. Singkatnya, penyakit taswif adalah hal yang harus dijauhkan.
Taswif atau menunda berbuat sesuatu juga bisa terjadi pada perbuatan baik yang lain, menunda berinfaq atau bersedekah, misalnya. Tidak sedikit yang menunda untuk bersedekah dengan berbagai macam alasan, belum kaya lah, banyak kebutuhan lah, masih banyak waktu besok hari lah, masih muda lah dan sederet alasan lain. Padahal tidak ada jaminan sama sekali untuk siapapun di esok harinya, apakah suatu hari dia akan jadi orang kaya, bangsawan, hartawan, miliyarder, diberi Panjang umur dan lain sebagainya. Sungguh, tidak ada jaminan sama sekali!
Menunda untuk berbuat kebaikan biasanya berujung pada penyesalan di kemudian hari. Termasuk menunda bersedekah. Allah Azza wa Jalla mengabarkan tentang penyesalan mereka yang selama di dunia menunda-nunda untuk bersedekah, kemudian mereka hanya bisa berangan-angan agar bisa dikembalikan ke dunia untuk bersedekah. Dalam surat al-Munafiqun ayat 10 Allah berfirman :
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh’.” (QS. Al-Munafiqun:10)
Ayat di atas sangat jelas mengabarkan kepada kita kondisi mereka yang menunda untuk bersedekah selama di dunia, padahal mungkin saat mereka hidup mereka berada dalam kondisi yang sangat mungkin untuk bersedekah. Ini juga sebagai dalil yang jelas bahwa sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar baik di dunia ataupun di akhirat, sampai-sampai jika seseorang bisa ditangguhkan kematiannya maka dia memilih untuk bersedekah. Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga pernah bersabda tentang sedekah yang terbaik dan yang kurang baik, beliau bersabda,
“Yaitu kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu: ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah, bahwa harta itu memang untuk si Fulan.”

Komentar
Posting Komentar